KARAKTERMUTIARABUNDA.SCH.ID | Bulan Ramadhan menjadi salah satu bulan yang dinanti-nanti oleh umat Islam. Sebab, selain dari keutamannya yang luar biasa, umat Islam yang merasa dirinya belum menjadi insan yang Mushlih juga memanfaatkan momen tersebut untuk lebih mendekatkan diri kepada Rabb-Nya, sehingga timbullah rasa Muhasabah (Intropeksi diri) dengan cara menata hati, mulai dari sikap rendah hati, sadar diri akan perilaku keji, rutin tadarrus di malam hari, tak terlalu mencintai perkara duniawi, serta menjauhi perkara-perkara yang dapat mengotori hati.
Berbicara tentang Ramadhan, Ramadhan merupakan bulan yang ke-9 dalam hitungan Hijriyah. Ramadhan berasal dari bahasa Arab yaitu, “Ramidha” (رَمِضَ) yang berarti “Panas”. Tak heran, jika ada salah satu Ulama Sufi yaitu, Maulana Jalaluddin Rumi memaknai kata “Panas” dengan mengatakan bahwa, Puasa adalah Api, karena dengan berpuasa, nafsu dan keinginan duniawi kita akan terbakar. Selanjutnya, menilik definisi Ramadhan secara istilah. Ramadhan secara istilah ialah bulan dalam Islam yang menjadi waktu khusus untuk melaksanakan kewajiban puasa Ramadhan selama sebulan penuh.
Sebagaimana telah tertera diatas, di dalam bulan Ramadhan terdapat perintah untuk melaksanakan kewajiban berpuasa. Hal ini juga termaktub dalam firman Allah ‘Azza wa Jalla QS. Al-Baqarah (2) ayat 183 sebagai berikut.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Telah jelas, bahwasanya dalam bulan suci Ramadhan, Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk senantiasa melaksanakan kewajiban berpuasa. Sebab, dibalik kesabaran menahan lapar dan dahaga, ada juga keistimewaan puasa untuk lebih menata hati menjadi lebih baik lagi, yaitu Puasa seseorang dapat menjadi perisai bagi dirinya agar terjaga dari api neraka. Selain itu, Puasa di bulan Ramadhan adalah sebagai wasilah untuk mendapat maghfirah (ampunan) dari Allah SWT sehinga hati yang semula kotor menjadi hilang dan lebih tertata.
Walhasil, Ramadhan adalah bulan manifestasi menuju hati yang lebih tentram dan suci. Jika sudah menemukan ketentraman dan kesucian dalam hati, maka ibadah-ibadah yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan pun menjadi Happy. So, be Happy in Ramadhan ????
Penulis : Rafiq Anshari / Editor: Ardhian Khairul











