KARAKTERMUTIARABUNDA.SCH.ID | Guru merupakan seorang pengajar atau tenaga pendidik yang mengajar suatu ilmu dalam berbagai jenjang Pendidikan seperti TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Umumnya Guru merujuk kepada tenaga pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Tantangan seorang Guru dalam pengabdiannya antara lain memberikan pelayanan Pendidikan yang bermutu, selain itu, Guru juga merupakan agen perubahan (agent of change), perubahan yang dilakukan untuk menjadi lebih baik melalui proses pembelajaran yang dilakukan
Tantangan Guru di era milenial ini adalah kualitas dan kreativitas dalam menyikapi dinamika generasi milenial yang melek akan Sosial Media. Alasan kenapa kreativitas harus menjadi modal bagi Guru untuk menjawab tantangan ini? Karena generasi saat ini tidak akan suka terhadap hal-hal yang bersifat monoton dan kurang kekinian. Selain mengajarkan ilmu, seorang Guru juga mendidik para peserta didiknya untuk memiliki adab yang baik. Salah satunya, mengutip dari pesan seorang Ulama’ yaitu, Abu Zakariya al-anbari rahimahullah berkata : “Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar sedangkan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh”. Imam malik rahimahullah pun berkata : “belajarlah adab sebelum belajar ilmu”. Karena dengan adab dalam menuntut ilmu maka ilmu menjadi berkah, yaitu ilmu akan terus bertambah dan mendatangkan banyak manfaat
Sejenak layangkan pandangan, teringat pada kejadian perang dunia ke-2, saat Jepang dijatuhkan bom atom berkekuatan dahsyat di kota Nagasaki dan Hiroshima. Ketika mendengar kabar tersebut, Kaisar Hirohito selaku pemimpin tertinggi Jepang mengumpulkan seluruh para jendral yang tersisa. Alih alih menanyakan tentang tentaranya malah kata yang pertama muncul dari bibir sang kaisar adalah “BERAPA JUMLAH GURU YANG TERSISA? “Namun para jendral malah menjawab bahwa mereka bisa menyelamatkan dan melindungi kaisar tanpa hadirnya seorang Guru. Lalu sang kaisar memberikan penjelasan bahwa kejatuhan Jepang dikarenakan tidak mau belajar, Jendral dan Tentara Jepang boleh saja kuat dalam senjata dan strategi perang tetapi sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang bom yang akan dijatuhkan oleh Amerika dan akhirnya Kaisar mengumpulkan seluruh Guru dari seluruh pelosok daerah di Jepang, lalu perlahan Jepang berhasil bangkit dari keterpurukan. Dari cerita ini, bisa kita simpulkan betapa pentingnya jasa seorang Guru.
Menjadi Guru juga tidak hanya disekolah tapi juga memiliki tanggung jawab supaya bisa menjadi tempat keluh kesah sekaligus sahabat bagi para siswanya. Pendekatan emosional sangat penting karena menjadi indikator dalam pembelajaran dapat berjalan sesuai ekspetasi, kita memang sangat harus memahami terlebih dahulu bagaimana karakteristik maupun kriteria yang dimiliki setiap siswa
Pendekatan emosional adalah sesuai yang harus dimiliki oleh Guru agar mampu memecahkan masalah (problem solving), maupun membaca situasi dan mendeskripsikan apa yang ia lihat dan rasakan. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan emosional merupakan bentuk hubungan spesifik antara Guru dan siswanya dalam hal terkait tujuan menciptakan kondisi belajar yang baik, efektif serta efisien.
Dibalik pendekatan emosional guru dan murid, sering terjadi beberapa problematika yaitu antara lain, menjadi kedekatan yang berlebihan antara guru dan murid, dimana rata-rata peserta didik di jenjang SMP/MTs atau SMA/MA sedang mengalami kondisi labil dan pubertasi dalam mencari jati diri. Selain itu, masalah yang sering di hadapi oleh guru muda adalah belum menikah atau memiliki keluarga sehingga hal tersebut menimbulkan adanya kedekatan yang berlebihan kepada para murid. Adapun solusi terkait hal tersebut adalah dengan menjaga jarak yang dilandasi dengan akhlakul karimah, sebab telah dijelaskan diatas bahwasanya, adab lebih utama daripada ilmu. Dalam hal ini, seorang Guru seharusnya menjadi rumah bahkan sahabat yang baik untuk murid-murid, dengan catatan, tetap ada jarak atau batasan antara Guru dan murid agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Salam SOSIAL.
Penulis : Irvan Fajar Utama / Editor: Ardhian Khairul











