Bertindak Sebagai Pembina Upacara, Founder Yayasan Mutiara Bunda Bali Sampaikan Amanat di Hari Guru Nasional 2023, Berikut Pidatonya

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua.

Yang kami ta’dzimi Pembina Yayasan Mutiara Bunda Bali.

Yang kami banggakan Kepala PAUD Mutiara Bunda & MI Karakter Mutiara Bunda Bali.

Yang kami hormati, Jajaran Pengurus Komite dan Koordinator Kelas PAUD, MI, MTs Karakter Mutiara Bunda Bali.

Sahabat seperjuangan, segenap Guru Istimewa yang tercinta.

Seluruh siswa MI- MTs Karakter Mutiara Bunda Bali yang Bunda sayangi.

Pagi ini, kita memperingati momentum Hari Guru Nasional ke-78 tahun 2023 secara serentak di seluruh Indonesia.

Pertama, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas jasa besar yang diberikan oleh para guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Terpujilah wahai engkau Ibu- Bapak Guru. Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku.

Kedua, kami menyampaikan permohonan maaf jika ikhtiar kami belum optimal dalam memberikan apresiasi terbaik bagi para pahlawan tanpa tanda jasa.

Benar bahwa Hari Guru Nasional adalah bentuk rekognisi atau pengakuan. Namun, kita berharap agar para guru memiliki komitmen untuk terus mengabdi sepenuh hati . Sebab, kita semua tahu bahwa guru adalah profesi mulia. Tugas guru tak berhenti hanya untuk mengajar. Namun lebih dari itu, guru memiliki tugas yang lebih mulia, yakni mendidik dengan penuh cinta. Mendidik bermakna membimbing & mengarahkan  perilaku dan akhlakul karimah dari para muridnya.

Sebagaimana disampaikan oleh Imam Al Ghazali bahwa tugas utama dari pendidik adalah menyempurnakan, membersihkan, menyucikan serta mampu membawa hati manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kata cerdik-cendikia, jika orang tua memberikan asupan nutrisi untuk jasadnya, maka guru yang memberikan gizi untuk ruh, spirit, dan jiwanya. Dedikasi guru tiada batas. Bagaimanapun keadaannya, guru dituntut tetap melaksanakan tugas.

Amanat di pundak, untuk terus “Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar”, sebagaimana tema Hari Guru Nasional tahun ini. Dalam konteks itu, saya ingin menyampaikan beberapa pesan.

Pertama, teruslah menjadi pembelajar sejati, pribadi pembelajar sepanjang hayat. Sebab, mengajar pun bagian dari belajar. Saat guru mengajar, pada hakikatnya dia juga sedang belajar.

Kedua, saat ini kita memasuki masa learning recovery, pemulihan proses pembelajaran. Ini mengkondisikan guru untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi informasi.

Ketiga, mari kita perkuat Moderasi Beragama dan Toleransi. Jadikan agama sebagai sumber inspirasi untuk memuliakan harkat kemanusiaan, meneguhkan komitmen kebangsaan, toleran, dan anti kekerasan. Hormati keragaman budaya lokal dan segala bentuk perbedaan. Jauhi politisasi agama. Hindari perpecahan, terlebih dengan membawa ajaran agama. Hadirkan agama sebagai rahmat bagi alam semesta.

Dan yang terakhir, yang harus selalu kita ingat. Guru yang baik bagaikan Sang Mentari, rela dirinya terbakar agar dapat menerangi seluruh alam. Mari menjaga hati untuk tetap dalam keikhlasan. Teruslah memberi dengan setulus hati tanpa mengharap balasan. Yakinlah benih yang saat ini kita tanam, suatu saat nanti akan tumbuh subur dan berbuah lebat dan manis. Mungkin dari tangan-tangan anak-anak yang kita bimbing dengan penuh kesabaran saat ini, merekalah yang akan menuntun kita menuju surga keabadian. Selamat Hari Guru Nasional. Jasamu akan selalu dikenang.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih dan mohon maaf.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Sri Utami, S.E., S.Pd.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram