MI Karakter Mutiara Bunda Bali Gelar Puncak Tema 1 dan Kegiatan P5RA untuk Menjaga Warisan Budaya

MI Karakter Mutiara Bunda Balimenyelenggarakan Kegiatan P5RA (Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin) dengan elemen Berkebhinekaan Global dan Kreatif yang dikemas dalam Puncak Tema 1 bertema “Menjaga Warisan Budaya dengan Kreasi Karya Para Penerus Bangsa”. Acara yang diadakan di Grandhall Madrasah tersebut diikuti oleh siswa-siswi kelas 2, 3, dan 5, dengan penuh antusias dan semangat.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta didik akan pentingnya melestarikan dan menghargai budaya lokal. Selain itu, acara ini juga menjadi sarana bagi para siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui berbagai bentuk karya seni seperti seni rupa, seni tari, dan seni berbahasa, yang semuanya merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya melatih keterampilan seni siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebhinekaan dan pentingnya menjaga warisan budaya,” ujar Kepala Madrasah MI Karakter Mutiara Bunda, Bapak Ishaq Zamruddin, S.S., dalam sambutan pembukaannya yang memberikan motivasi kepada para siswa.

Acara ini menampilkan berbagai kreasi karya yang telah dipersiapkan oleh siswa-siswi selama satu minggu. Penampilan dimulai dengan siswa kelas 2 yang dengan percaya diri dan kreatif menampilkan berbagai tarian daerah dan fashion show menggunakan pakaian adat, sambil memperkenalkan diri dalam bahasa daerah sesuai pakaian yang dikenakan. Tarian daerah yang dibawakan di antaranya adalah Tari Janger, Tari Saman, Tari Tor-tor, Tari Sajojo, dan Tari Anak Kambing Saya.

Selanjutnya, siswa-siswi kelas 3 mempresentasikan poster bertema “Menjaga Keselamatan Hutan” yang mereka buat secara berkelompok. Dengan percaya diri, mereka menjelaskan cara-cara melestarikan hutan, memberikan pemahaman yang mendalam kepada teman-teman sekelas mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Acara dilanjutkan dengan penampilan siswa kelas 5 yang menampilkan kreasi pantun yang mereka buat sendiri. Diiringi lagu Rasa Sayange, mereka dengan bangga membacakan pantun tersebut, menampilkan perpaduan kreatif antara seni berbahasa dan musik tradisional.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengasah kreativitas mereka, tetapi juga menanamkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia dan pentingnya melestarikan warisan budaya untuk generasi mendatang. Dengan berbagai kreasi yang ditampilkan, diharapkan para siswa semakin memahami nilai-nilai kebhinekaan dan semangat untuk menjaga kekayaan budaya bangsa.

Pewarta : Luluk Widyaningsih | Editor: Ardhian Khairul

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram