KARAKTERMUTIARABUNDA.SCH.ID | Dalam Sejarah Peradaban Islam, salah satu ulama yang dikenal dengan ilmu tasawufnya yang luar biasa yakni, Hujjatul Islam al-Imam Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali at-Thusi atau yang disapa akrab Imam al-Ghazali merupakan tokoh Islam yang juga memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan khususnya dalam pembahasan pendidikan karakter. Hal tersebut dibuktikan dengan salah satu karya beliau yang berjudul “Ayyuhal Walad”.
Dalam kitab tersebut, banyak nasihat-nasihat yang ditulis oleh Imam Al-Ghazali yang ditujukan kepada para pembelajar dengan menggunakan bahasa yang santun dan penuh kedamaian. Salah satu contoh dari nasihat tersebut ialah yang tertulis dalam nasihat ke-20.
يَا بُنَيَّ وَسَأَلْتَنِيْ عَنِ الْإِخْلَاصِ وَهُوَ أَنْ تَكُوْنَ أَعْمَالُكَ كُلُّهَا لِلَّهِ تَعَالَى لَا يَرْتَاحُ قَلْبُكَ بِمَحَامِدِ النَّاسِ وَلَا تَأْسَى بِمَذَامِّهِمْ
Artinya: Duhai Ananda tercinta, dan engkau bertanya kepadaku tentang hakikat Ikhlas. Maka Ikhlas itu ialah engkau menjadikan segala amalanmu hanya untuk Allah Ta’ala dan hatimu tidak merasa senang dengan pujian manusia dan engkau juga tidak peduli dengan celaan mereka.
Nasihat sang Imam diatas seakan mengajak kepada pembelajar sejati untuk senantiasa memiliki sikap yang ikhlas dan ridho dalam setiap hal khususnya dalam dunia pendidikan. Sebab, prinsip Ikhlas adalah kunci utama seorang pembelajar sejati sehingga akan menjadikan dirinya tidak terbang dalam pujian dan tidak jatuh dengan cacian orang lain.
Dalam istilah umum, Pendidikan Karakter adalah suatu usaha manusia secara sadar dan terencana untuk mendidik dan memberdayakan potensi peserta didik guna membangun karakter pribadinya sehingga dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya.
Bilamana nasihat sang Imam dipadukan dengan pengertian pendidikan karakter diatas, bisa saja kita terjemahkan dengan istilah Tarbiyah, yakni “Memanusiakan manusia secara suka rela atau ikhlas”. Dalam konsep tarbiyah inilah jika mampu diamalkan oleh guru maupun peserta didik, maka secara tidak langsung akan membuat diri mereka menjadi pembelajar sejati yang berkarakter sehingga tujuan dari pendidikan karakter di Madrasah Karakter Mutiara Bunda Bali bisa tercapai dengan maksimal.
Penulis : Rafiq Anshari











